Arrow

Also in Category...


Pemerintah baru saja mengeluarkan aturan mengenai mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC). Dalam peraturan itu, pemerintah memberikan insentif pembebasan pajak bagi kendaraan bermotor yang masuk program mobil hemat energi.

Adapun ketentuan yang harus dipenuhi untuk kendaraan yang akan mendapatkan pajak nol persen adalah mesin maksimal berkapasitas 1.200 cc dengan syarat konsumsi BBM 1 liter untuk menjangkau jarak tempuh 20 km.

Lantas, mobil apa saja yang berpotensi ikut LCGC itu?

Tentunya yang paling siap dan sudah dipamerkan lebih dulu pada akhir tahun lalu, adalah Daihatsu Ayla dan Toyota Agya. Si kembar yang mengusung mesin 1000 cc ini diklaim memiliki konsumsi BBM di atas 20 km per liter.

Bahkan, dalam sebuah tes yang dilakukan para jurnalis, termasuk VIVAnews, konsumsi BBM Ayla tembus 27,1 km per liter. Adapun calon mobil murah lainnya yang masuk kriteria adalah Nissan (Datsun), Tata Motors (Tata Nano), Suzuki (Wagon-R atau Alto), dan Honda (menggunakan platform Brio). Klik tautan ini untuk mengetahui ulasan mobil murah Agya, Ayla, dan Datsun.

Tata Motors (Tata Nano)

Tata Motors Indonesia memang belum mengumumkan akan ikut program LCGC, mengingat mereka masih fokus untuk membangun jaringan di Tanah Air. Berstatus pemain baru di pasar mobil nasional dengan usia belum genap setahun, Tata Motors dikenal dengan produk mobil termurah sejagat, Tata Nano.

Meski begitu, adanya peraturan LCGC bakal menjadi peluang mereka untuk mendapatkan keuntungan, lantaran spefisikasi Tata Nano masuk dalam kriteria.

Nano dibekali mesin 624 cc, 2 silinder dengan tenaga 38 hp dan torsi puncak 48 Nm. Adapun konsumsi BBM-nya 25,4 km/liter. Mobil yang memiliki bobot 600 kg ini, memiliki kecepatan maksimal 105 km dan mengeluarkan gas buang emisi 92,7 gr/km.

Honda (Brio LCGC)

Peraturan LCGC yang menyebutkan kriteria mobil murah mendapatkan insentif maksimal bermesin 1.200 cc, disambut positif Honda Prospect Motor (HPM) --agen tunggal pemegang merek Honda di Indonesia.

Sebelumnya, mereka memang berniat mundur dari program LCGC, jika kapasitas mesin yang dipatok maksimal 1.000 cc. Mereka beralasan, terlalu susah jika dipatok hanya bermesin 1.000 cc. "Mobil murah diharuskan hemat bahan bakar, tapi power juga diperlukan. Ini yang jadi polemik bagi kami," kata Direktur Marketing dan After Sales Honda Prospect Motor, Jonfis Fandi.

Rencananya mereka bakal menggunakan platform Brio dalam merancang mobil murah. Tapi, produsen asal Jepang itu tidak akan menggunakan nama Brio sebagai merek produknya. Mereka bakal menggunakan nama lain yang memiliki unsur Indonesia.

"Bukan pakai nama Brio. Peraturan LCGC kan harus nama Indonesia. Jadi, harus pakai nama lain yang lebih nasionalis," kata Jonfis. Mobil murah Honda yang mengusung mesin berkapasitas 1.200 cc akan memiliki konsumsi BBM 1:20 dan 1:21 sesuai ketentuan regulasi.

Suzuki (Wagon-R, Alto 800, dan A Star)

Suzuki memilih untuk tidak berkomentar banyak soal sosok mobil murahnya. Namun, ada beberapa kandidat yang dimiliki produsen berlambang S itu. Di India misalnya, ada beberapa model, di antaranya Alto 800, A Star, dan Wagon-R.

Bahkan, belum lama, Maruti Suzuki di India meluncurkan versi terbaru dari Alto 800 yang dibanderol 260.512 rupee atau sekitar Rp47 juta (versi terendah), dan untuk model tertingginya 377.174 rupee (Rp68,4 juta).

City car ini dibekali mesin bensin 796 cc, 3 silinder bertenaga 48 PS dan torsi 69 Nm. Konsumsi bahan bakar pun lebih irit 15 persen dari model sebelumnya, yang mencapai 22,7 km/liter.

Sementara itu, untuk pasar Indonesia, PT Suzuki Indomobil Sales pernah mengungkapkan, ada beberapa calon mobil murah yang akan diambil dari India. Tapi, mereka belum mau berbicara lebih detail.

Yang terbaru, Suzuki memperkenalkan Wagon-R di hajatan Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2013. Wagon R diproduksi Maruti India. Untuk dapur pacu, mengandalkan mesin berkapasitas 1.0 liter, 3 silinder yang menghasilkan 68 PS dan torsi 90 Nm. Mesin itu dikawinkan dengan transmisi manual 5 percepatan.

Di India, Wagon-R memiliki 5 varian, termasuk yang menggunakan BBG (bahan bakar gas). Mobil lima penumpang itu dijual dengan harga 357.880 rupee atau sekitar Rp62 juta.

Mitsubishi Mirage

Mobil lain yang juga masuk kriteria LCGC adalah Mirage. Mobil kecil andalan Mitsubishi ini memiliki kapasitas mesin 1.193 cc tipe 3A92 3 In Line 12 Valve DOHC MIVEC. Dengan spesifikasi mesin tersebut Mitsubishi Mirage bisa bertanding dengan Toyota Agya dan Daihatsu Ayla.

Mitsubishi Mirage disokong mesin yang bisa melontarkan tenaga 77 Ps (57kW) pada 6.000 rpm dan torsi 10.2 kgm (100Nm) pada 4.000 rpm.

Nissan Motor Company akan membuka selubung mobil murah Datsun pada pertengahan bulan depan. Mereka telah menyatakan jika model pertamanya adalah hatchback (nama kode K2).

Menurut Indian Auto Blog, Nissan melakukan debut World Premier Datsun di India pada 15 Juli 2013. Peluncuran global merek Datsun bakal dipimpin langsung oleh Carlos Ghosn, CEO Renault-Nissan Alliance. Sementara itu, untuk debut komersialnya akan berlangsung tahun depan.

Model pertama Datsun akan mengusung bensin 1.2 liter tiga silinder, sama dengan Nissan March. Model itu akan bertarung pada kelas A+/B segmen hatchback.

Mengenai harga, mobil murah Datsun yang rencananya hadir di beberapa negara berkembang seperti India, Rusia, Afrika Selatan, serta Indonesia, nantinya dijual sekitar Rp75 juta atau 400.000 rupee..

Di India, calon konsumen mobil Datsun merupakan masyarakat yang ingin beralih dari sepeda motor ke mobil. Datsun memperkirakan konsumen itu memiliki penghasilan sekitar 30.000 rupee atau sama dengan Rp5,4 juta per bulan.

Nissan berharap merek Datsun dapat terjual 150.000 hingga 200.000 mobil setiap tahun di India. Dengan menggunakan bahan baku campuran lokal, mobil Datsun akan lebih terjangkau, dan dapat dibeli oleh kalangan menengah ke bawah.

Di negeri Hindustan, Datsun akan berhadapan dengan Chevrolet Beat, Hyundai Eon, dan Maruti Wagon-R.

Di Indonesia, Datsun bakal masuk dalam program mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC). Mobil itu akan menjadi penantang serius si kembar Agya-Ayla.

Bagi Anda penggemar Nissan Terrano, ada kabar baik. Ya, Nissan memutuskan untuk menghidupkan kembali mobil SUV (Sport Utility Vehicle) yang dihentikan produksinya pada 2006 lalu.

Dilansir Motorbeam, Senin 10 Juni 2013, All New Nissan Terrano akan menggunakan basis Renault Duster. Mobil itu rencananya akan diluncurkan akhir tahun ini di India.

Mengenai harga, Terrano bakal dibanderol di atas Renault Duster atau lebih mahal sekitar 50.000-75.000 rupee (Rp8,6-12 juta).

Dari gambar rendering yang beredar di internet, All New Terrano memiliki kemiripan desain dengan X-Trail. Tampilan bemper, grill, lampu utama SUV tangguh ini dibuat sangat menarik.

Kemungkinan besar mobil yang diproduksi pertama kali pada 1993 silam, akan hadir dengan dua pilihan mesin; diesel dan bensin. Diharapkan Nissan menggunakan transmisi X-tronic CVT di All New Terrano. Penasaran? kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

Sekilas dataran gersang ini hanya terlihat gundukan tanah yang berbukit-bukit dan penuh bebatuan. Namun ternyata, tempat itu merupakan kuburan massal untuk ban bekas mobil terbesar di dunia.

Dilansir Daily Mail, Senin 10 Juni 2013, setiap tahun di wilayah tandus Sulaibiya, Kuwait City, digali untuk dibentuk lubang raksasa yang dapat menampung ban bekas.

Tidak diketahui berapa luas tanah yang digunakan, hanya saja di tempat pembuangan terdapat tujuh juta ban bekas.

Kumpulan ban bekas tidak hanya dari mobil yang digunakan di Kuwait, tetapi dari beberapa negara lain. Dipastikan, ada empat perusahaan yang bertanggung jawab atas kumpulan limbah karet tersebut.

Diduga perusahaan yang bersangkutan mendapatkan keuntungan yang cukup besar atas biaya pembuangan ban itu.

Di Eropa sendiri, pembuangan limbah ban bekas merupakan ilegal. Untuk itu, pada 2006, Uni Eropa membuat suatu aturan agar setiap ban bekas harus didaur ulang.

Hasil dari daur ulang ban dapat digunakan lagi di antaranya untuk tempat bermainan anak-anak, running tracks, arena olah raga, bahan bakar pembuatan semen, dasar karpet, lantai pada arena berkuda, hingga jadi penahan saat banjir.

Diketahui, tempat pembuangan di dekat wilayah Jahrah, Kuwait pernah mengalami kebakaran besar. Untuk memadamkannya dikerahkan ratusan petugas pemadam kebakaran, dan dibantu tentara serta karyawan Kuwait Oil Company.

Sementara itu, rata-rata penggunaan ban mobil itu telah melakukan perjalanan sekitar 20.000 mil. Setelah itu, ban diganti dengan yang baru.

Terbitnya peraturan pemerintah soal mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car, yang menyebutkan kriteria mobil murah mendapatkan insentif maksimal bermesin 1.200cc, disambut positif Honda Prospect Motor, agen tunggal pemegang merek Honda di Indonesia.

Sebelumnya, mereka memang berniat mundur dari program LCGC, jika kapasitas mesin yang dipatok maksimal 1.000cc. Mereka beralasan, terlalu susah jika dipatok hanya bermesin 1.000cc. Menurut HPM, mobil murah diharuskan hemat bahan bakar, tapi di sisi lain power juga diperlukan.

"Kita akan jajaki skenario terbaiknya seperti apa, sambil menunggu juknis (petunjuk teknis) detail peraturan LCGC keluar," kata Direktur Marketing dan After Sales HPM, Jonfis Fandi kepada VIVAnews, Selasa 10 Juni 2013.

Rencananya mereka bakal menggunakan platform Brio dalam merancang mobil murah. Tapi, produsen asal Jepang itu tidak akan menggunakan nama Brio sebagai merek produknya. Mereka bakal menggunakan nama lain yang memiliki unsur Indonesia --sesuai ketentuan LCGC.

Semula, Brio memang disiapkan untuk ikut program LCGC, tetapi karena regulasi yang tidak kunjung terbit, HPM mengubah strategi dengan membekalinya dengan mesin 1.3 liter (1.300cc).

Diketahui, Brio dipasarkan di Indonesia bersaing KIA Picanto, Nissan March, Toyota Etios Valco, Mistubishi Mirage, Daihatsu Sirion, dan Suzuki Splash.

HPM masih enggan berkomentar lebih lanjut mengenai kapan Brio versi LCGC bakal dipasarkan, tapi kemungkinan besar di akhir tahun ini.
Pabrikan mobil asal Inggris MINI meluncurkan 2 model MINI John Cooper Works di Indonesia. Model pertama John Cooper Works dan edisi terbatas John Cooper Works GP yang masing-masing dibanderol Rp 749 juta dan Rp 869 juta off the road Jakarta.


"Hari ini MINI meluncurkan 2 model John Cooper Works dan John Cooper Works GP terbaru di Indonesia. Mobil ini mengombinasikan tenaga dan sensasi berkendara pasa setiap penggemarnya," kata Presiden Direktur BMW Group Indonesia, Ramesh Divyanathan di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Sabtu (8/6/2013),

MINI John Cooper Works disokong mesin 1.600 cc yang mampu menghasilkan tenaga 211 Hp pada 6.000 rpm dan torsi 260 Nm pada putaran mesin 1.750-5.500 rpm. Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi 6 percepatan otomatis.

Impresi pengendara lebih terasa ketika twin scroll turbocharger direct injection dan variable valve control-nya memberikan reksi cepat sejak awal. Asyiknya dengan teknologi overboost, mesin mobil ini memaksimalkan torsi hingga 280 Nm dalam waktu singkat pada 2.000-5.100 rpm.

Sedangkan MINI John Cooper Works GP diperkuat mesin sama yakni mesin 1.600 cc turbo. Hanya saja berkat beberapa revisi yang dilakukan insinyur MINI, mesin ini mampu melontarkan tenaga lebih besar yakni 218 hp dan torsi 260 Nm dan torsi 280 Nm jika overboost-nya berfungsi.

Perbedaan pada MINI John Cooper Works GP yang diproduksi sebanyak 2.000 unit di dunia ini menggunakan transmisi 6 percepatan manual. Selain mobil mungil ini hanya tersedia 2 kursi.

Baik MINI John Cooper Works dan MINI John Cooper Works GP diakui mengombinasikan sportivitas di eksterior dan interior. Penampilannya semakin sempurna dengan pelek 17 inci dan run flat.

Karakter sport lebih terasa ketika John Cooper Works dan MINI John Cooper Works GP menggunakan tombol sport, rems akurasi, system DSC (Dynamic Stability Control), DTC (Dynamic Traction Control) dan EDLC (Electronic Diffrential Lock Control).

MINI John Cooper Works GP membutuhkan 6,3 detik untuk berlari dari 0-100 km/jam. Sementara John Cooper Works, membutuhkan waktu 6,7 detik.

"MINI John Cooper Works yang masuk ke Indonesi ini generasi kedua. Yang pertama eggak masuk karena MINI belum masuk. Generasi pertama tahun 2005. JMC hasil penjualan yang meningkat. Dan MINI John Cooper Works pertama masuk yang menggunakan transmisi otomatis," tutup Product Planning Manager BMW Group Indonesia, Dennis A. Kadaruskan.
Produsen mobil Jerman yang merupakan induk dari Mercedes-Benz, Daimler, berniat membangun mobil-mobil di Meksiko. Mobil yang akan diproduksi salah satunya adalah mobil kecil A-Class.


Harian Meksiko El Financiero, seperti dikutip dari Reuters, Senin (9/6/2013) melaporkan jika CEO Mercy Meksiko Pedro Tabera, menginginkan menggaet Nissan untuk memproduksi Mercy di Meksiko.

"Ada keinginan yang jelas di pasar Meksiko, berbagai alternatif kami pikirkan, salah satunya memproduksi mobil dengan Nissan. Atau jika Renault memiliki pabrik di Meksiko, mungkin bisa ikut juga," ujar Tabera.

Pejabat Daimler, yang enggan disebutkan namanya, menuturkan ada kemungkinan kuat kalau Daimler akan memproduksi mobil dengan Nissan.
Copyright © 2010 - 2013. TAMORA Oto - All Rights Reserved
Hosting by : Blogger - Nazuka.net
Template inspired by detikcom
Editing by TN CORP